Diminta Nyelam Sendiri ke Danau Toba, Ratna Sarumpaet: Kampungan!
Diminta Nyelam Sendiri ke Danau Toba, Ratna Sarumpaet: Kampungan!

Diminta Nyelam Sendiri ke Danau Toba, Ratna Sarumpaet: Kampungan!

Kepala SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Budiawan, meminta aktivis Ratna Sarumpaet yang protes pencarian dihentikan untuk menyelam sendiri. Ratna mempertanyakan hasil kerja tim dalam 14 hari ini.

"Itu kan kasar, dia tahu nggak dia kerja 14 hari satu kain pun dia nggak bisa angkat, jadi apa itu kebanggaan apa? Dia bangga? Di Malaysia itu dua tahun, dia baru 2 minggu aja bangga? Jangan berani dia ngomong begitu sama saya," kata Ratna saat dihubungi detikcom, Selasa (3/7/2018).

Ratna menyampaikan dia mungkin tidak mengerti tentang teknik pencarian. Namun, hak setiap warga negara membela dan menyampaikan pikiran.

"Ini negara demokrasi, jangan ngomong suruh nyelem, nyelem kan gak ada gunanya kecuali dia ada cara lain yang mungkin dia minta anjuran apa, jangan kasar gitu lah, kampungan!" tuturnya.

"Kalau orangnya kayak gini pantas saja kerjanya nggak benar!" imbuhnya.

Ratna menyampaikan protes itu karena mengaku punya kepedulian. Protes yang dilontarkan Ratna juga bukan kepada tim pencari, tapi ke pemerintah.

"Saya orang yang punya kepedulian sendiri, dia tidak punya kepedulian seperti saya, saya juga nggak maksa, tapi saya kan bernegara, protes saya kan ke pemerintah, bukan ke dia. Saya nggak menyalahkan mereka, saya menyalahkan dihentikannya (pencarian)" ucapnya.

Ratna menyatakan tidak ada alasan pemerintah menghentikan pencarian. Dia juga menyayangkan alasan yang disampaikan Budiawan soal evakuasi membutuhkan alat cangih, waktu yang lama, dan dana yang besar.

"Lalu kenapa? Kan tinggal ngomong, emang dia selama ini nyari duit sendiri? Emang dia 2 minggu nyari itu pakai duit sendiri? Kan duit negara juga, duit-duit rakyat juga. Jangan sembarangan ngomong dia, dia ngerti nggak bagaimana bernegara," ujarnya.

Budiawan sebelumnya mengatakan penghentian pencarian diawali dengan perundingan antara pihak pemerintah dengan keluarga korban. Terkait itu, Ratna menuturkan ada manipulasi yang mengatasnamakan keluarga korban.

"Keluarga korban itu dimanipulasi, saya biasalah nangani yang kayak gini, kalau rakyat sudah dihadapkan sama kekuasaan, penguasa itu bisa seribu cara untuk buat mereka tidak berdaya dan akhirnya mengatakan ya," ucapnya.

Ratna menyebut punya bukti keluarga korban menemuinya dan meminta diadvokasi.

"Buktinya saya ada videonya kok mereka datang ke saya dan nangis minta dibantu, terus saya bilang kenapa tadi malam kamu ada di rapat itu tidak melakukan sesuatu, 'saya nggak tahu bu, semua orang yang kesirep yang bicara cuma 4 orang. Itu pun semua yang sudah satu suara'," tuturnya.

Baca:

Buka Komentar