Rayakan Waisak, Umat Budha Tekelan, Kabupaten Semarang, Bermaafan dengan Pemeluk Agama Lain
Rayakan Waisak, Umat Budha Tekelan, Kabupaten Semarang, Bermaafan dengan Pemeluk Agama Lain

Rayakan Waisak, Umat Budha Tekelan, Kabupaten Semarang, Bermaafan dengan Pemeluk Agama Lain

Bermaaf-maafan saat hari raya kini bukan lagi kegiatan umat Islam saja. Di Dukuh Tekelan Desa Batur Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, masyarakat yang beragama Islam dan Kristen turut merayakan Waisak 2562 BE dengan saling bersalaman dan mengakui kesalahan dengan umat Budha setempat di pelataran vihara Sanggar Teravada Indonesia (STI) Budha Bhumika pada Selasa (29/5/2018).

Umat Budha yang merupakan mayoritas di dukuh tersebut memang menyiapkan acar khusus bagi pemeluk agama lain agar bisa merasakan kebahagiaan perayaan hari raya mereka.

Pada Selasa sore hingga Rabu (30/5/2018), panitia sudah menjadwalkan beberapa acara yang bisa diikuti semua masyarakat.

"Biasanya acara kami rencanakan digelar siang, namun kami sesuaikan mengingat sedang Ramadan maka kami ganti usai salat Tarawih, jadi Rabu malam nanti akan ada pembagian makan minum sekedarnya," jelas Ketua vihara STI Budha Bhumika, Sukadhamma Sukarmin

Dukuh Tekelan sendiri memiliki warga sebanyak 720 jiwa, dan menurut Sukarmin umat Budha di sana mencapai 305 orang. Perkawinan antaragama dan keberadaan umat lain seperti Islam dan Kristen tidak membuat umat Budha di sana resah, justru semakin berpadu erat.

Salah satu buktinya adalah dengan adanya kegiatan yang baru berlangsung beberapa tahun ini.

"Meski jemaat Budha semakin sedikit namun tidak masalah, yang penting kehidupan beragama di sini baik-baik saja dan semua bisa menjalankan ibadah dengan lancar," terang Sukarmin.

Lurah Batur Radik Wahyu yang ikut memberikan sambutan mengatakan, perayaan ini diharapkan bisa meningkatkan rasa persaudaraan sesama warga dan bisa ditiru masyarakat daerah lain.

"Dengan bersatu padu saya yakin semua tantangan dalam kehidupan bermasyarakat bisa kita lalui, baik di tingkat dukuh, desa, sampai nasional," tuturnya.

Dalam perayaan Waisak tersebut, beberapa warga dari kalangan ibu-ibu tampak menangis sambil bermaaf-maafan.

Baca:

Buka Komentar