MUI NTB Telusuri Video Pria Berjoget dengan Gerakan Salat
MUI NTB Telusuri Video Pria Berjoget dengan Gerakan Salat

MUI NTB Telusuri Video Pria Berjoget dengan Gerakan Salat

Ketua MUI Nusa Tenggara Barat (NTB) Prof Saiful Muslim kaget mengetahui ada pria yang berjoget dengan gerakan salat. Dia mengatakan akan menelusuri pria dalam video tersebut, yang dikabarkan berada di Dompu, NTB. MUI NTB tidak akan tinggal diam.

"Itu harus ditelusuri. Harus ditanyakan maksud dia itu apa membuat cara seperti itu. Kita perlu telusuri di Dompu. Jangan sampai kita dianggap mendiamkan dan tak berbuat apa-apa," kata Saiful saat dihubungi, Senin (19/2/2018).

Penelusuran dilakukan untuk mengantisipasi dan menghindari adanya persekusi warga. Selain itu, tentu saja, MUI NTB perlu memberikan penyuluhan kepada pria tersebut agar tidak melakukan hal yang menyimpang.

"Kemarin kita pengukuhan majelis ulama di Kabupaten Dompu bareng Pak Bupati. Tapi tidak ada yang membicarakan itu. Kita akan telusuri supaya tidak sampai terlanjur diciduk orang banyak," ucap Saiful.

Video tersebut beredar di media sosial. Di dalam video berdurasi 4 menit 16 detik itu, tampak pria tersebut mengenakan peci, sarung, dan berdiri di atas sajadah.

Pria tersebut melakukan gerakan salat dari takbir, rukuk, sujud, dan gerakan salat lainnya. Hanya, tubuh pria tersebut disertai gerakan seperti orang berjoget. Ketika berdiri, pria tersebut membuka tangannya dan sempat berputar. Gerakan-gerakan ini dilakukan dengan disertai musik bernada keras yang diputarkan bersamaan.

Saiful mengatakan hal tersebut tak dibenarkan meski dilakukan untuk tujuan bercanda. Sebab, salat merupakan ritual keagamaan saat seorang muslim berdoa dan menghadap tuhannya.

"Tidak boleh itu dipakai untuk bercanda atau memudahkan untuk mengingatkan. Karena tidak benar itu," ucap dia.

"Salat itu sudah ada rukun dan syaratnya. Kalau sudah tak ada kesamaan dengan ketentuan itu, tak dapat disebut salat. Bahkan kita tidak boleh gerak lebih dari 3 kali. Tak ada itu dicampurkan dengan gerakan menari. Yang jelas, salat tak bisa disamakan dengan pekerjaan lain. Kita ini kan sedang menghadap Tuhan, sedang Mikraj," sambung Saiful.

Baca:

Buka Komentar