KPK Bidik Istri Zumi Zola
KPK Bidik Istri Zumi Zola

KPK Bidik Istri Zumi Zola

Gubernur Jambi Zumi Zola akhirnya resmi dinyatakan sebagai tersangka penerima gratifikasi. Tak menutup kemungkinan, istri Zumi pun ikut terseret.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam koferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (2/2/2018) petang. Basaria menyatakan, Zumi dijerat sebagai tersangka penerima gratifikasi bersama Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Jambi Arfan.

“Tersangka ZZ ( Zumi Zola, red) baik secara bersama–sama dengan ARN (Arfan, red) maupun sendiri,”

“Diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi dan penerimaan lainnya dalam kurun waktu jabatannya sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021 sekitar Rp 6 miliar,” ujar Basaria.

Basaria menambahkan, meski sudah menetapkan Zumi sebagai tersangka, lembaga antirasuah itu tidak akan berhenti samapi disitu saja.

Sebab, pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan pengembangan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Salah satu pihak yang bisa saja ikut terseret dalam kasus dugaan suap sejumlah proyek di lingkungan Provinsi Jambi itu tidak lain adalah istri Zumi, Sherrin Tharia.

“Apakah istrinya ada sangkut pautnya? Ini masih di dalam pengembangan,” beber Basaria.

KPK‎ menduga ada pihak lain yang terlibat perkara suap pembahasan dan pengesahan RAPBD Jambi tahun 2018 tersebut. Dugaan itu dikembangkan dalam penyelidikan baru yang saat ini tengah digarap KPK.

Salah satu pihak yang sudah dimintai keterangan dalam penyelidikan tersebut adalah Gubernur Jambi, Zumi Zola. Dalam perkara itu, KPK telah menjerat empat tersangka atas kasus suap pembahasan dan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2018.

Keempatnya yakni anggota DPRD Jambi, Supriyono, Plt Sekda Provinsi Jambi, Erwan Malik, Plt Kadis PUPR Jambi, Arfan, dan Asisten III Bidang Administrasi (Asda) ata‎u bagian umum Pemprov Jambi, Saifuddin. KPK sendiri telah menyita uang sebesar Rp4,7 miliar dalam operasi tangkap tangan.

Uang yang disita tersebut diduga bagian dari komitmen fee suap sebesar Rp6 miliar yang dijanjikan Pemprov Jambi untuk anggota DPRD.‎ Pada Rabu (31/1) hingga Kamis (1/2) kemarin, penyidik KPK menggeledah rumah dinas gubernur Jambi dan vila milik Zumi Zola.

Dari penggeledahan itu, kata Basaria, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen penting serta uang dalam pecahan dolar Amerika Serikat (USD). Namun, Basaria belum bisa memerinci jumlah uang yang disita.

“Jumlah uang yang ditemukan belum bisa kami sampaikan,” pungkasnya.

Baca:

Buka Komentar