Kapita Ampera: Kasus Habib Rizieq Beda dengan Buya Hamka
Kapita Ampera: Kasus Habib Rizieq Beda dengan Buya Hamka

Kapita Ampera: Kasus Habib Rizieq Beda dengan Buya Hamka

Kapitra Ampera, pengacara Habib Rizieq, menyatakan ada perbedaan antara kasus yang dihadapi kliennya dengan Buya Hamka. Proses hukum terhadap Rizieq, kata dia, sudah dilaksanakan melalui tahap penyelidikan dan BAP.

"Proses hukum sudah selesai dan bukan dicekal. Beliau bebas ke mana aja," kata Kapitra.

Kepergian Rizieq ke Arab Saudi murni untuk menunaikan ibadah umrah, bukan melarikan diri. Karena itu ketika selesai, dia pun pulang dan sempat singgah di Malaysia. "Tapi kemudian terjadi eskalasi politik yang meninggi. Saya suruh jangan pulang. Ini jadi masalah sosial keumatan," kata Kapitra.

Sementara Buya Hamka, menurut dia, diciduk dan ditahan penguasa Orde Lama tanpa ada proses peradilan. Hamka ditangkap dan diciduk karena ada perbedaan politik dengan Presiden Sukarno.

Kapitra mengungkapkan hal itu sebagai tanggapan atas pernyataan pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit. Arbi menilai kepergiaan Rizieq ke Saudi merupakan sikap tak terpuji dan melawan hukum. Sikap itu berbeda dengan Buya Hamka yang berani menghadapi tudingan melakukan subversi hingga dipenjara pada 1964 oleh rezim Presiden Sukarno.

Pada bagian lain Kapitra menjelaskan, dalam kasus yang ditangani Polda Jawa Barat di Bandung, kasus yang disangkakan terhadap Habib Rizieq masih P19, belum P21. "Dia belum pernah dipanggil oleh Polda Jabar dan orang yang sangat bebas. Tidak dicekal ke luar negeri," ujarnya. Sejauh ini Habib menghindar (ke luar negeri) justru untuk menjaga NKRI.

Baca:

Buka Komentar