Dianggap Tidak Bisa Menangani banjir,Kadis SDA Diminta Mundur
Dianggap Tidak Bisa Menangani banjir,Kadis SDA Diminta Mundur

Dianggap Tidak Bisa Menangani banjir,Kadis SDA Diminta Mundur

Kepala Dinas Sumber Daya Air Pemprov DKI Jakarta, Teguh Hendrawan telah menampar muka Gubernur DKI, Anies Baswedan, Kamis (15/2/2018).

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Iman Satria menganggap Teguh telah menampar Anies lantaran banjir kembali terjadi di Jakarta, sore ini.

Iman Satria menilai Teguh dan jajarannya gagal mengantisipasi banjir. Padahal seharusnya banjir bisa diantisipasi sebab intensitas hujan sedang tinggi-tingginya.

Iman menganggap ini merupakan kegagalan Kadis SDA, Teguh Hendrawan.

’’Ini mestinya sudah bisa diantisipasi. Ini Teguh sama saja menampar muka Anies-Sandi sebagai pucuk pimpinannya,’’ kata Iman di Jakarta kemarin (15/2/2017).

Iman meminta Teguh lebih baik mengundurkan diri dari jabatannya apabila memang tak mampu di posisi itu.

Pilihan mengundurkan diri lebih baik ketimbang Teguh terus menerus mempermalukan Anies dengan kinerja buruknya.

Menurut Iman, anggaran Dinas SDA paling besar setelah Dinas Pendidikan lantaran diberikan untuk menuntaskan atau meminimalisir banjir lokal akibat pompa dan drainase buruk.

Dalam APBD 2018, Dinas SDA digelontorkan Rp 3,4 triliun untuk menangani banjir.

Rinciannya, kata Iman, untuk petugas pasukan biru Rp 600 miliar, naik dari sebelumnya sekitar Rp 500 milliar.

Ada pula Rp 800 miliar untuk pembangunan sarana saluran, sungai, dan kelengkapannya, Rp 552 miliar pemeliharaan saluran, Rp 278 miliar pembangunan tanggul, Rp 217 miliar pengelolaan pompa, dan Rp 90,5 miliar untuk pembangunan waduk.

Sisanya dianggarkan untuk peningkatan alat berat Rp 46.8 miliar, pengelolaan sarana prasarana tanggul Rp 24.9 miliar, pengadaan pompa Rp 63.9 miliar, pembangunan sumur resapan Rp 5.4 miliar, pemeliharaan waduk Rp 8.7 miliar, pengelolaan help desk  Rp 2 miliar, perencanaan Rp 1,1 miliar, dan pemeliharaan sumur resapan Rp 788 juta.

Anggaran sebelumnya, dinas SDA pada APBD Perubahan 2017 sudah mendapatkan anggaran Rp 1.5 triliun. Malahan, anggaran pompa dan kelengkapannya mencapai Rp 25,885 miliar.

’’Jujur saja, saya sangat jengkel dengan mereka. Ini banjir lokal, bukan kiriman. Masak MOI dan Jalan Cempaka Putih banjir. Aneh. Lebih baik dia mundur, kasihan Pak Gubernur,’’ tegas Iman.
source: tribunnews

Baca:

Buka Komentar