Postingan Putra Ahok Bikin Warganet Terharu dan Sedih
Postingan Putra Ahok Bikin Warganet Terharu dan Sedih

Postingan Putra Ahok Bikin Warganet Terharu dan Sedih

Putra sulung Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, Nicholas Sean Purnama membuat sedih warganet yang melihat postingannya di laman instagram.

Nicho diminta tetap bersabar menunggu ayahnya yang diprediksi tak lama lagi akan keluar dari penjara.

Nicho memposting sebuah foto ketika ia berada di mobil kesayangan ayahnya. Sembari mengumbar senyum, Nicho berterima kasih kepada @heyla_id yang telah membuat bau mobil ayahnya menjadi enak.

"This is my dad's favorite car -Thanks @heyla_id for making it smell nice (Ini adalah mobil favorit ayahku -Terima kasih @heyla_id karena membuatnya baunya enak) tulis Nicho di laman instagramnya.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Nicholas Sean (@nachoseann) pada

Melihat postingan itu, warganet pun berbondong-bondong mengomentari postingan Nicho. Bahkan ada warganet yang menangis melihat postingan itu. Berikut komentar-komentar warganet.

ratna_281270: Naaakkk bikin Tante nangis dah... Semoga Papa mu cepet keluar ya... Jaga Adik2... Jaga Mom jg ya Nak.... Salam Buat Papa salam buat dede Daud... dede Nia... Sllu jd anak manis ya Nak... Tuhan Yesus sllu jaga Sean... Love U Nak.

ariyanigardjitodelange: Sabar menunggu ayah bebas ya dik. Ayah kalian adalah pahlawan kebenaran.

abigail6477: Hallo nico....sabar ya....gak lama papamu akan pulang.... Papamu org hebat.

Dilansir bbc pada berita yang terbit 19 Desember 2017 berjudul'Ahok bisa bebas pertengahan tahun depan', mantan Gubernur DKI Jakarta itu bisa bebas pertengahan 2018, ini karena Ahok mendapatkan remisi Natal dan 17 Agustus, plus ketentuan menjalani dua pertiga hukuman, kata pengacaranya, I Wayan Sudirta.

Ia menjelaskan, dalam Keppres itu, remisi khusus, minimum 15 hari diberikan kepada narapidana yang merayakan hari besar keagamaan dan sudah menjalankan hukuman setidaknya selama enam bulan.

Remisi umum ini syaratnya, sudah menjalani satu tahun penjara. Karenanya, pada 17 Agustus lalu, kendati sebagian terpidana kasus korupsi dan terorisme mendapat pengurangan hukuman, Ahok tidak mendapatkannya.

Karena Ahok baru masuk penjara pada 9 Mei, 2017, pada hari ia divonis dua tahun penjara untuk dakwaan penodaan agama.

"Nanti 17 Agustus 2018, kalau untuk satu dan lain hal pak Ahok masih dipenjara, ia akan mendapat remisi, kemungkinan dua bulan, lagi-lagi berdasar Keppres tahun 1999 itu," kata I Wayan Sidarta pula.

Selain itu, menurutnya Ahok masih bisa mendapat remisi lain.

"Misalnya karena di penjara berkelakuan baik, berjasa bagi negara, melakukan hal-hal yang berguna bagi sesama napi, dll."

Terlepas dari itu, ada pula ketentuan tentang pembebasan bersyarat setelah menjalani dua pertiga masa hukuman. Dalam hitungan kasar, di luar remisi, Ahok akan sudah menjalani dua pertiga masa hukuman pada September 2018 nanti.

Namun dengan remisi Natal 15 hari, plus remisi umum hari kemerdekaan, maka Ahok bisa bebas setidaknya pada 17 Agustus nanti.

Ahok dijatuhi hukuman dua tahun penjara setelah dinayatakan terbukti bersalah untuk dakwaan penodaan agama terkait sebuah pidatonya di Pulau Seribu, yang menyebut bahwa jika ada yang "dibohongi pakai Al Maidah" memutuskan untuk tidak memilihnya dalam Pilkada, ia tak keberatan.

Baca:

Buka Komentar