Bareskrim Keluarkan SP3 Terkait Ucapan Ahok di Persidangan
 Bareskrim Keluarkan SP3 Terkait Ucapan Ahok di Persidangan

Bareskrim Keluarkan SP3 Terkait Ucapan Ahok di Persidangan

Bareskrim Polri mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), terkait ucapan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sehingga, laporan Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Habib Novel Chaidir Hasan kepada Ahok atas dugaan penistaan agama yang dilakukannya saat pembacaan eksepsi di persidangan, secara otomatis dihentikan.

Surat itu dikeluarkan Bareskrim Polri Direktorat Tindak Pidana Umum pada hari Rabu 24 Januari 2018.

Surat itu juga telah ditandatangani oleh Kasubdit I Ditipidum Bareskrim, Kombes Daddy Hartadi.

Dalam surat itu, polisi menyatakan setelah gelar perkara pada tanggal 6 September 2017 menghasilkan kesimpulan bahwa ucapan Ahok adalah dalam eksepsi/tangkisan, yang mana eksepsi dibuat atas perintah hakim, jadi sah-sah saja Ahok menyampaikan kalimat pembelaan.

"Pernyataan berupa eksepsi di persidangan merupakan hak terdakwa yang dijamin KUHAP sepanjang selama disampaikan dalam persidangan tidak ada teguran dari hakim, maka tidak dapat disebut sebagai tindak pidana, dengan demikian bahwa apa yang dilakukan terlapor (Ahok) bukan merupakan tindak pidana," lanjut tulisan dalam Surat Direktur Tindak Pidana Umum bernomor B/78 - Subdit I/I/2018/DIT TIPIDUM itu.

Selanjutnya, dituliskan juga sebuah pemberitahuan kepada pelapor atau Novel bahwa perkara yang dilaporkan oleh penyidik dihentikan penyelidikannya.

Sebagai informasi, ucapan Ahok yang dipermasalahkan Novel adalah ucapan "Al-Maidah adalah pemecah belah bangsa". Kalimat itu dilontarkan Ahok saat membacakan eksepsinya pada 13 Desember 2016.

Saat ini, Ahok masih menjalani masa hukuman selama dua tahun dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Hakim menilai Ahok bersalah karena ucapannya yang menyinggung surat Al-Maidah saat berpidato di Kepulauan Seribu, Jakarta.
source: tribunnews

Baca:

Buka Komentar