Sedikitnya 2 Warga Palestina Tewas dalam Aksi Memprotes Keputusan Trump di Gaza
Sedikitnya 2 Warga Palestina Tewas dalam Aksi Memprotes Keputusan Trump di Gaza

Sedikitnya 2 Warga Palestina Tewas dalam Aksi Memprotes Keputusan Trump di Gaza

Sedikitnya dua warga Palestina tewas dalam bentrokan dengan tentara Israel, saat memprotes keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Bentrokan terjadi di sepanjang pagar perbatasan yang memisahkan Jalur Gaza dengan Israel.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Selasa (9/12/2017), jatuhnya dua korban tewas ini merupakan yang pertama dalam unjuk rasa memprotes keputusan Trump yang digelar sejak Rabu (6/12) lalu. Identitas kedua korban tewas tidak dirilis ke publik.

Disebutkan bahwa tentara Israel menembak mati seorang warga Palestina di dekat perbatasan Gaza. Sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka dalam aksi protes berjudul 'Hari Kemarahan' ini.

Korban kedua dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit setempat karena luka-luka yang dialaminya. Informasi ini disampaikan oleh pejabat rumah sakit Gaza yang menangani para korban.

Dalam pernyataan terpisah, militer Israel atau IDF menyebut ratusan warga Palestina membakar ban dan melemparkan batu ke arah tentara Israel yang menjaga perbatasan. Militer Israel disebut merespons aksi itu dengan peluru karet dan tembakan gas air mata.

"Selama kerusuhan, tentara IDF melepas tembakan secara selektif ke dua penghasut dan dikonfirmasi mengenai mereka," demikian pernyataan militer Israel menanggapi korban tewas.

Menurut data Bulan Sabit Merah, lebih dari 80 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan di Tepi Barat dan Gaza. Tentara Israel dilaporkan menggunakan peluru karet dan peluru sungguhan dalam bentrokan itu. Puluhan orang lainnya mengalami cedera karena menghirup gas air mata.

Unjuk rasa memprotes keputusan Trump juga berlangsung di Kota Tua, Yerusalem, kemudian di Hebron, Bethlehem dan Nablus yang ada di Tepi Barat. Para demonstran melempari tentara Israel dengan batu dalam aksinya. Lemparan batu itu dibalas dengan tembakan gas air mata.

Di Gaza, yang masih dikuasai Hamas, seruan untuk ikut unjuk rasa diumumkan lewat pengeras suara di masjid-masjid setempat. Hamas telah memperingatkan bahwa intifada atau kerusuhan seperti tahun 1987-1993 dan 2000-2005, akan kembali terulang.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Kesehatan Palestina menyebut lebih dari 200 orang mengalami luka-luka dalam unjuk rasa di berbagai wilayah. Kebanyakan korban dilaporkan mengalami luka ringan.
source:detik

Baca:

Buka Komentar