Sandiaga Tanggapi Kritikan Soal Tanah Abang
Sandiaga Tanggapi Kritikan Soal Tanah Abang

Sandiaga Tanggapi Kritikan Soal Tanah Abang

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno angkat bicara mengenai kritikan terkait penataan kawasan Pasar Tanah Abang. Sandi menyebut terlalu dini untuk menilai kebijakan penataan tersebut.
sandiaga

"Seperti yang selalu saya bilang bahwa it's too early, terlalu dini untuk menilai kebijakan itu. Kebijakan ini semua berbasis data," kata Sandiaga pada Minggu (24/12).

Salah satu pihak yang memberi kritikan mengenai pemindahan PKL dari trotoar ke jalan adalah Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus. Ia menilai penggunaan jalan sebagai tempat berjualan PKL kurang tepat.

Namun, Sandi menyebut merelokasi PKL ke Blok G Pasar Tanah Abang juga bukan kebijakan yang tepat. Karena setelah relokasi PKL kembali berjualan di trotoar.

"Kemarin itu saya lihat PKL yang ditertibkan 400, kemarin saya tanya sama Pak Yani (Kasatpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu), 'Pak Yani, setelah dihukum, dikembalikan ke Blok G, berapa lama mereka sampai lagi ke jalanan?'. 'Besoknya Pak sudah di jalanan.' dan konversinya 100 persen. Itu berbasis data," tuturnya.

Sandi mengatakan penataan kawasan Pasar Tanah Abang yang diumumkan pada Kamis (21/12) lalu masih bersifat sementara. Saat ini Pemprov DKI sedang menyusun Trasit Oriented Development (TOD) kawasan Pasar Tanah Abang.

Sandi mengaku tidak mempermasalahkan segala bentuk kritik asalkan berbasis data. Menurutnya jangan sampai opini masyarakat terbentuk bukan berdasarkan fakta di lapangan.

"Jadi, kalau begitu, pola penataan tersebut, semuanya berbasis data, bahwa kita ingin mereka punya untuk sementara tempat di situ. Nanti, setelah TOD-nya jadi, tentunya ditata dengan baik. Jadi, nggak apa-apa dikritisi terus, tapi konstruktif gitu lho. Dikasih masukannya bukan katanya, katanya, tapi berbasis data," ujarnya.

"Dari 10 yang kami tanya (pemindahan PKL ke jalan), 2 menyatakan tidak mendukung, 2 menyatakan mendukung, dan 6 oke-oke saja. Jadi, jangan cuma 1, terus diangkat. Karena itu nggak representatif dan akhirnya opini masyarakat terbentuk ya jauh daripada kenyataan masyarakat," kata Sandiaga.

Baca:

Buka Komentar