Reaksi Novel Bamukmin Saat Ade Armando Unggah Foto Habib Rizieq Pakai Baju Natal
Reaksi Novel Bamukmin Saat Ade Armando Unggah Foto Habib Rizieq Pakai Baju Natal

Reaksi Novel Bamukmin Saat Ade Armando Unggah Foto Habib Rizieq Pakai Baju Natal

Kabid Hukum Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin menganggap Ade Armando tak kapok tersangkut masalah hukum. Kali ini, ia menghina dan melecehkan Habib Rizieq Shihab.

Hal itu dikatakan Novel menanggapi unggahan Ade melalui akun facebook-nya dimana Imam Besar FPI itu memakai baju dan aksesoris Natal.

“Kita udah dapat bukti, saya sebagai saksi. Itu udah cukup,” kata Novel usai melapor di Bareskrim Polri, Kamis (28/12).

Novel menganggap, Ade tidak kapok dengan ulahnya. Sebab, Ade kembali menyandang status tersangka dalma kasus dugaan penistaan agama sejak tanggal 4 Agustus 2017 lalu.

“Karnea itu SP3 polisi dibatalin lagi kemarin dengan adanya putusan praperadilan,” ujar Novel.

Novel menyebut, dalam foto unggahan dimaksud, bukan hanya Rizieq saja yang dihina dan dilecehkan.

Melainkan sejumlah ulama yang juga terdapat di dalam foto tersebut.

Karena itu, dirinya mempersilahkan para ulama dalam foto tersebut jika ingin ikut melaporkan Ade.

“Ada beberapa ulama yang di foto itu. Namun yang kami melaporkan atas guru kami Habib Rizieq,”

“Mungkin silakan dari ulama-ulama yang lain dinistakan dengan pakaian atribut itu mereka ingin melaporkan silakan. Ade Armando enggak ada kapoknya,” ajak Novel.

Sebelumnya, Ade dilaporkan oleh seorang wanita yang mengaku sebagai murid Habib Rizieq Shihab, Ratih Puspa Nusanti ke Bareskirm Polri.

Ratih menyebut, dasar pelaporannya ke polisi adalah unggahan dalam akun facebook Ade yang diunggah pada 20 Desember 2017 lalu.

Dalam unggahan itu, tampak foto Rizieq tengah bersama sejumlah orang tengah berjalan yang diduga hasil editan dan rekayasa digital.

Di foto itu, Rizieq dan sejumlah orang di samping kiri dan kanannya tengah memakai topi dan aksesoris bernuansa Natal.

“Ada postingan seperti ini penghinaan terhadap ulama, digambarkan pakai atribut Natal, pakai topi Santa Claus,” katanya.

Ratih menyatakan, unggahan foto tersebut adalah sebuah penghinaan dan pelecehan terhadap ulama. Yang seharusnya, tidak dilakukan oleh Ade yang seorang pengajar di universitas ternama di Indonesia.

“Ini sangat tidak pantas,” tegasnya.

Ratih mengaku, unggahan itu pertama kali diketahuinya pada Rabu (27/12) kemarin. Informasi tersebut didapat dari Novel Bamukmin. Akan tetapi, diduga unggahan itu kemudian dihapus oleh Ade.

“Kemarin Rabu (27/12) saya temukan postingan itu, saya tahu dari Habib Novel (Anggota FPI),” terang Ratih.

Laporan Ratih sendiri akhirnya diterima oleh polisi dengan nomor registrasi LP/1442/XII/2017/Bareskrim.

Dalam laporan tersebut, Ade dilaporkan dengan dugaan tindak pidana ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Sebagaimana diatur dalam Pasal 28 Ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 156 KUHP.
source: pojoksatu

Baca:

Buka Komentar