Pantau Banjir Lewat Aplikasi, Sandi: Biar Teman-teman Kerja, Saya Nggak Mau Repot
 Pantau Banjir Lewat Aplikasi, Sandi: Biar Teman-teman Kerja, Saya Nggak Mau Repot

Pantau Banjir Lewat Aplikasi, Sandi: Biar Teman-teman Kerja, Saya Nggak Mau Repot

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno memantau informasi terkait genangan dan banjir di Jakarta melalui ponselnya. Sandi memantau banjir dengan menggunakan aplikasi khusus yang terhubung dengan Jakarta Smart City.

"Biarkan teman-teman kerja. Saya enggak mau repot karena saya sudah punya (aplikasi) 'Pantau Banjir'," kata Sandi di Balai Kota, Senin (11/12).

Sandi kemudian membacakan laporan titik banjir melalui aplikasi 'Pantau Banjir'. Sandi juga bisa memantau kondisi pompa di Jakarta melalui aplikasi tersebut.

"Dan di sini kalau pintu air saya bisa lihat, pintu air di sini ada yang kuning, Marina 189 cm, Istiqlal aman, (kategori) merah Jembatan Merah sesuai dengan nama jembatannya. Aliran tengah siaga 1 setinggi 220 cm, dan kondisinya hujan. Kali Duri masih hijau, dan sebagainya," jelasnya.

"Ini teman-teman bisa lihat. Pos pengamatan Bendung Katulampa masih 60 cm, belum ada yang kuning sama hijau," tambahnya.

Sandi mengatakan cuaca saat ini tidak bisa diprediksi dengan menggunakan tahun-tahun sebelumnya, karena cuaca semakin ekstrem. Dia mengimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dengan lebih berhati-hati.

"Semua fasilitas publik yang bisa jadi ancaman keselamatan atau menimbulkan bahaya bagi masyarakat harus diantisipasi. jadi ini harus jadi keseharian kita. Kita akan ingatkan terus, pantau terus di sini," kata Sandi.Sandi kemudian membacakan laporan titik banjir melalui aplikasi 'Pantau Banjir'. Sandi juga bisa memantau kondisi pompa di Jakarta melalui aplikasi tersebut.

"Dan di sini kalau pintu air saya bisa lihat, pintu air di sini ada yang kuning, Marina 189 cm, Istiqlal aman, (kategori) merah Jembatan Merah sesuai dengan nama jembatannya. Aliran tengah siaga 1 setinggi 220 cm, dan kondisinya hujan. Kali Duri masih hijau, dan sebagainya," jelasnya.

"Ini teman-teman bisa lihat. Pos pengamatan Bendung Katulampa masih 60 cm, belum ada yang kuning sama hijau," tambahnya.

Sandi mengatakan cuaca saat ini tidak bisa diprediksi dengan menggunakan tahun-tahun sebelumnya, karena cuaca semakin ekstrem. Dia mengimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dengan lebih berhati-hati.

"Semua fasilitas publik yang bisa jadi ancaman keselamatan atau menimbulkan bahaya bagi masyarakat harus diantisipasi. jadi ini harus jadi keseharian kita. Kita akan ingatkan terus, pantau terus di sini," kata Sandi.
source: jitunews

Baca:

Buka Komentar