Jawaban Jimly Asshiddiqie  Saat Dikecam karena Dukung Jokowi di Pilpres 2019
Jawaban Jimly Asshiddiqie  Saat Dikecam karena Dukung Jokowi di Pilpres 2019

Jawaban Jimly Asshiddiqie Saat Dikecam karena Dukung Jokowi di Pilpres 2019

Pengakuan Ketua Umum ICMI, Jimly Asshiddiqie, atas dukungannya kepada Presiden Jokowi di periode kedua, menuai kecaman. Menanggapi hal itu, Jimly mengklarifikasi apa yang sesungguhnya ia sampaikan.

"Ketika partai politik dan sistem politik belum ajeg, besar kemungkinan petahana akan menang lagi.

Maka saya bilang kalau saya tidak ragu untuk membayangkan Presiden Jokowi akan 10 tahun," tegas Jimly saat menghadiri seminar Indonesia Tionghoa (INTI) di Gedung Mega Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (16/12).

Jimly menegaskan, pernyataannya bukan keputusan melainkan hanya memberi sambutan.

"Saya gambarkan Jokowi akan terpilih lagi. Sebagai ketua ICMI saya bilang kalau saya tidak buat keputusan, tapi hanya memberi sambutan. Ketua ormas mana yang sambutannya harus diputuskan?" kata Jimly.

Ia juga mengatakan, politik Indonesia saat ini belum terbentuk lantaran setiap pemerintahan baru selalu menyalahi pemerintah sebelumnya.

"Aduh.. Bagi orang yang keluar masuk istana, itu terasa sakitnya, tuh, di sini," ungkap Jimly.

Menurutnya, pemerintahan tidak bisa selalu mulai dari nol karena dapat menghambat percepatan kemajuan bangsa. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan stabilitas sistem pemerintahan 10 tahun.

"Beda petahana presiden dengan kepala daerah. Kalau kepala daerah masih ada di atasnya. Tapi kalau presiden, sampai fungsi-fungsi partai fungsional terbentuk dengan baik dan birokrasi betul-betul netral. Maka besar kemungkinan presiden itu akan memanfaatkan lima tahun untuk kampanye terus," ucapnya.

Selain itu, Jimly juga menyebut partai politik sekarang ini belum berfungsi. Sebab, ia melihat partai hanya menunggu di ujung dan bekerja untuk memperkuat kekuasaannya.

"Fungsi komunikasi politik dan pendidikan politik itu fungsi partai. Partai harus bicara memberi arah, bukan malah orang perguruan tinggi dan pengamat," imbuhnya.

Terkait protes yang datang dari pengurus ICMI di daerah, Jimly mengaku pasrah dimarahi orang-orang.

"Cukup saya saja yang dimarahin. Gus Dur saja tiap hari dimarahin orang tapi nggak apa-apa, apalagi saya baru sekali. Nggak apa-apa, lah," tutup Jimly.

Sebelumnya, ICMI Jawa Barat memprotes pidato Jimly Asshiddiqie, terkait dukungan kepada Presiden Joko Widodo. Pernyataan di hadapan Jokowi itu dianggap bukan pernyataan organisasi, namun pernyataan pribadi yang spontan diucapkan.

"Pernyataan  tersebut merupakan pandangan pribadi dan bukan pernyataan atau sikap organisasi ICMI, karena pernyataan tersebut tidak dilakukan melalui proses rapat, musyawarah, atau mekanisme organisasi," kata Ketua ICMI Jawa Barat Moh Najib melalui keterangannya, Sabtu (9/12).

Akan tetapi, Jimly menyebut tidak ada yang salah dengan pernyataan yang disampaikannya di Istana Bogor pada Jumat (8/12) kemarin, di forum Silatnas ICMI. Jimly juga menegaskan pernyataan itu disampaikan sebagai ketua umum ICMI. Karena itu, Jimly juga menolak minta maaf.

Baca:

Buka Komentar