Diduga Bunuh Temannya Sendiri karena Bedak, Ini 5 Fakta tentang Kasus Tersebut
Diduga Bunuh Temannya Sendiri karena Bedak, Ini 5 Fakta tentang Kasus Tersebut

Diduga Bunuh Temannya Sendiri karena Bedak, Ini 5 Fakta tentang Kasus Tersebut

Hal sepele berujung petaka. Mungkin itu kalimat yang pantas diberikan pada kasus pembunuhan yang satu ini.

VS (16) adalah pelajar SMU 1 Brantas, Karangkates yang tewas dibunuh oleh temannya sendiri. Korban ditemukan dalam kondisi terluka parah di Pantai Ngliyep, Malang Selatan, pada Jumat (29/12/2017) kemarin.

Sebenarnya, VS sempat dilarikan ke RSUD Kanjuruan untuk menjalani perawatan, namun sayang, korban meninggal dunia akibat luka tusukan di bagian belakang leher hingga merobek leher bagian depan.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kapolsek Donomulyo, AKP Sardikan.

"Korban sendiri setelah ditemukan langsung di bawa ke RS Kanjuruhan Malang untuk perawatan," kata Sardikan dihubungi via ponselnya, Jumat (29/12).

Selain itu, ada juga luka di kedua tangannya dan 5 sayatan di bagian perut. Diduga motif pembunuhan adalah percekcokan soal bedak yang dipesan korban.

Jenazah Vs (16) saat dibawa ke RS Kanjuruhan, Kepanjen, Malang. Jumat (29/12/2017) siang dia ditemukan di hutan dekat pantai Ngliyep dengan tubuh penuh luka sayat dan bacok. (Surya/ Ahmad Amru Muiz)

Baca: Vena Sempat Bisikkan Sesuatu Sebelum Meninggal

Berikut ini fakta-fakta dari kasus tersebut.

1. Pelakunya teman sendiri

Beberapa saat setelah korban ditemukan, pihak kepolisian akhirnya berhasil meringkus pelaku yang ternyata adalah teman korban. Pelaku sendiri adalah gadis berusia 16 tahun dengan inisial ND.

"Pelakunya sudah ditangkap dan diamankan. Tetapi karena dia perempuan dan masih di bawah umur, maka penyidikan akan kami limpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Sat Reskrim Polres Malang," ujar Sardikan.

"Jadi untuk info lebih lanjut, sebaiknya langsung ke Polres," tambah dia.

2. Cekcok soal pesanan bedak
Ayah korban, Iswanto (45), menegaskan bahwa anaknya sempat cekcok dengan pelaku sehari sebelum insiden nahas ini terjadi.

Akar masalah dari adu mulut tersebut adalah soal pesanan bedak yang dipesan korban. Rupanya korban sudah mengirimkan uang sejumlah Rp 110 ribu untuk membeli bedak secara online pada ND. Namun, pesanan VS tidak kunjung dikirim.

Hal itu membuat VS dan ND adu mulut di depan rumahnya. Untungnya, Iswanto berhasil meredam pertengkaran antar dua remaja tersebut.

"Jadi malam kemarin persoalan pesanan bedak itu sudah selesai sebenarnya. Dan anak saya dan temannya Nd sudah berteman biasa," ucap Iswanto.

Keesokan harinya, VS diajak oleh ND ke kafe di daerah pantai Ngliyep untuk membicarakan persoalan bedak tersebut.

Siangnya, Iswanto mendapatkan informasi bahwa buah hatinya ditemukan terluka parah di hutan sekitar pantai Ngliyep.

Sayangnya, VS menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Kanjuruan walaupun sudah mendapatkan perawatan.

"Anak saya sempat menyebut satu nama dan sudah kami sampaikan ke bapak polisi tadi," kata Iswanto.

3. Iswanto minta pelaku dihukum berat
Orangtua mana yang hatinya tidak hancur saat mendengar putri kesayangannya dibunuh secara sadis oleh orang lain. Apalagi jika orang tersebut merupakan temannya sendiri.

Begitu pula dengan Iswanto. Dia meminta polisi menghukum berat pelaku yang menghabisi nyawa anaknya. Karena bagaimanapun, anaknya tersebut pasti tidak bersalah tapi menerima penganiayaan hingga meninggal dunia.

"Kami tidak terima, pelaku harus dihukum berat," ucap Iswanto.

4. Luka mengerikan
Foto-foto korban semasa hidup dan foto korban saat ditemukan berdarah-darah di pinggiran hutan Pantai Ngliyep, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, VS mendapatkan sejumlah luka di tubuhnya. Diantara luka sayatan di leher melingkar 15 - 20 cm, luka sayat di perut sepanjang 15 cm dalam 0,5 cm, luka bacok di punggung tangan kanan, punggung tangan kiri, luka bacok di sela tangan kiri. Korban meninggal dunia dalam perawatan di RS Kanjuruhan Kota Kepanjen Malang dan jenazah langsung di bawa ke RSSA Malang untuk dilakukan otopsi.

"Kami tadi setelah menerima informasi langsung mengecek korban ke RS Kanjuruhan. Ternyata korban telah meninggal dunia dan langsung kami bawa ke RSSA Malang. Kami belum mendapat data lengkap dan masih dalam penyelidikan saat ini," tutur Iptu Sutiyo, Kepala UPPA (unit perlindungan perempuan dan anak) Polres Malang.

5. Pengakuan salah satu saksi

Beredar juga screenshot diduga keterangan saksi mengenai pembunuhan sadis tersebut. Kesaksian itu ditulis dalam sebuah chat media sosial lalu diunggah oleh seorang warganet ke grup Facebook Info Kriminal dan Lalu Lintas Daerah Pasuruan, Malang, Sidoarjo & Probolinggo.

Dalam chat tersebut dituliskan :
"Kan pertamane ndek deket rumahku ada orang ninggal, trus banyak orang seh ndek kono, sekitaran jam 10 an iku onok arek wedok pedahan banter gowo pisau teko elor alasane arep golek markisa ndek tegalan selatane loket, nah, ketauan wong ngaret seh de e blusukan arep motong kepalane si VS iku, lha de e ninggale si VS ndek tegalan iku mau campur darah ndek derah kepala sama tangane, pas waktu iku setengah teko lehere wes kepotong tapi nggak sampek tenggorokan, jadi de e iku sek urip pas di tinggal sama si N, de e cari pertolongan sek iso mlaku.

Trus wong ngaret iku mau crito ndek uwong pas layatan iku mau.

Kabeh seng ndek layatan bubar, nyelametne si VS iku, de e terkapar bersimbah darah, gaonok seng wani arep nulungi, soale salah titik pas pertolongan, kepalane iso putus, de e ndek kono sek urip, sek iso ditekoki informasi kejadiane kui, langsung sm polisine digotong dimasukne ambulan, mungkin dibawa ke cemoro gk iso dibawa ke wava paling lk gak saiful anwar, gak nutut, paling kehabisan darah, jadi meninggal"
Namun, kebenaran dari chat ini masih dipertanyakan. (TribunStyle/ Irsan Yamananda)

Baca:

Buka Komentar