Ketika Jokowi Berbicara Soal Panglima Tertinggi
Ketika Jokowi Berbicara Soal Panglima Tertinggi

Ketika Jokowi Berbicara Soal Panglima Tertinggi

pinemu.com -Presiden Jokowi menegaskan bahwa dirinya adalah panglima tertinggi di TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Dia berpesan untuk menjaga stabilitas politik, keamanan, dan tentunya jangan gaduh.
Joko Widodo

"Sebagai kepala pemerintahan, sebagai kepala negara, sebagai panglima tertinggi Angkatan Darat, Laut, dan Udara, saya ingin perintahkan kepada Bapak, Ibu, Saudara sekalian, fokus pada tugas masing-masing," kata Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/10/2017).

Rapat tersebut dihadiri pula oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Selain itu para menteri Kabinet Kerja pun hadir.

"Terus bekerja sama, terus bersinergi, jaga stabilitas politik, jaga stabilitas ekonomi. Tingkatkan kinerja kita. Tingkatkan prestasi kita dalam mendukung semua program yang berkaitan dengan pembangunan negara kita," imbuhnya.

Sebetulnya Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sudah mengatur tentang Presiden RI yang juga merupakan Panglima Tertinggi AD, AL, dan AU. Hal itu diatur dalam Pasal 10 UUD 1945.

"Presiden memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara," begitu yang tertulis dalam konstitusi.

Jokowi memang tak menyebutkan secara gamblang apa maksud dari penegasannya itu. Tetapi Seskab Pramono Anung meminta agar tak perlu ada penafsiran macam-macam

"Apa yang disampaikan secara terbuka oleh Bapak Presiden pada hari ini dalam pengantar sidang kabinet paripurna sudah cukup jelas, dan tidak perlu ditafsirkan atau dimaknai apapun," kata dia usai rapat.

Belakangan ini memang manuver Panglima TNI Jenderal Gatot menjadi sorotan. Terakhir, dia mengungkap soal isu pembelian 5.000 senjata dan kemudian diklarifikasi oleh Menko Polhukam Wiranto.

"Saya tidak ingin menafsirkan lebih dari apa yang disampaikan Bapak Presiden," ujar Pramono

Sementara itu Menhan Ryamizard Ryacudu mengesankan bahwa pesan Jokowi adalah benar kepada Gatot. Ryamizard bahkan berkata agar ke depannya tidak boleh ada kegaduhan lagi.

"Ya tahu sendiri lah. Tapi yang jelas ke depan nggak boleh lagi ya," ujar Ryamizard.

Lebih lanjut, Ryamizard bicara tentang teguran Jokowi ke Gatot. Kala itu saat Jokowi memanggil Gatot dan Wiranto ke Istana pada Rabu (27/9).

"Saya rasa sudah. Kan beliau (Jenderal Gatot) dipanggil, Menko Polhukam dipanggil. Saya nggak. Pastilah ada dikasih tahu lah, saya juga sering dikasih tahu. Nggak ada masalah," ungkap Ryamizard.

Sebetulnya bukan kali ini saja Jokowi menegaskan dirinya adalah Panglima Tertinggi. Dia pernah menyatakan hal yang sama di hadapan para prajurit TNI hingga Kopassus, Marinir, dan Kopaskha.

"Sebagai Panglima Tertinggi TNI, saya telah memerintahkan agar tidak mentolerir gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengadu domba bangsa dengan provokasi dan politisasi!" kata Jokowi di Lapangan Markas Besar TNI AD, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2016).

Kemudian di hadapan para prajurit Kopassus, Jokowi menyebut mereka adalah pasukan yang paling bisa diandalkan. Terlebih ketika ada ancaman kepada negara.

"Ini merupakan pasukan cadangan yang dalam keadaan emergency, dalam keadaan darurat, bisa saya gerakkan," kata Jokowi di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (10/11/2016).

Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi ingin memastikan semua prajuritnya loyal kepada negara. Sehingga tidak ada yang justru bergerak di luar koordinasi.

"Saya ingin memastikan bahwa semuanya loyal kepada negara, setia pada Pancasila, pada UUD 1945, NKRI, Kebhinekaan kita," kata Jokowi di Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2016).

Oleh para prajurit Marinir, Jokowi pun digendong berkeliling saat itu. Sementara Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengiringi di sebelahnya.

"Sebagai panglima tertinggi TNI, saya memerintahkan kepada perwira dan prajurit Marinir untuk menjadi yang terdepan dalam menghadapi setiap kekuatan, yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa," perintah Jokowi.
src/detik.com

Baca:

Buka Komentar