Pemuda 24 Tahun Tewas Dipukul Botol Miras di Kafe
Pemuda 24 Tahun Tewas Dipukul Botol Miras di Kafe

Pemuda 24 Tahun Tewas Dipukul Botol Miras di Kafe

Bentrok antar sesama pengunjung terjadi di tempat hiburan malam Liquid Jalan MH Thamrin, Semarang Tengah. Akibat kejadian ini, seorang tewas bersimbah darah setelah dipukul dengan menggunakan botol minuman keras (miras).
akibat Miras

Korban tewas diketahui bernama Muhammad Yusuf, 24, warga Kauman RT 3 RW 1 Desa/Kecamatan Wedung, Demak. Nyawanya tidak terselamatkan saat menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang pasca kejadian.

Korban menderita luka sobek dan bengkak pada bagian kepala sebelah kiri yang diduga dikeroyok dan dihantam benda keras berupa botol miras oleh sekelompok pengunjung yang berada di dalam tempat hiburan lantai dua Tamrin Square tersebut.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, aksi pengeroyokan itu terjadi Selasa (17/10) dinihari. Bermula ketika korban bersama rekanya bernama Imam Asyari, 24, yang tak lain tetangganya. Keduanya berputar-putar Kota Semarang dan setelah itu masuk ke Liquid Cafe.

Sesaat di dalam ruangan, korban duduk di kursi tidak jauh dengan gerombolan pria yang tidak dikenalnya. Kemudian, korban mendengarkan alunan musik dan berjoget hingga terjadi senggolan tubuh dengan gerombolan tersebut.

“Saat berada di dalam dan sedang berjoget, korban bersenggolan dengan beberapa laki-laki yang juga pengunjung Liquid. Dari situ kemudian terjadi cekcok mulut,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji,

Percekcokan yang tadinya redam, terjadi lagi lantaran korban kembali mendatangi gerombolan yang awalnya sempat saling ribut tersebut. Hingga akhirnya terjadi lagi keributan berujung pengeroyokan terhadap korban. “Korban sempat terkapar, kepalanya mengeluarkan darah. Korban lalu dibawa oleh temannya ke rumah sakit,” bebernya.

Sayangnya, nyawa korban tidak bisa terselamatkan. Ia tewas setelah menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang. Korban dinyatakan meninggal sekitar pukul 00.00 lantaran mengalami beberapa luka berat di bagian kepala. “Korban menderita luka sobek dan bengkak di kepala sebelah kiri,” katanya.

Selain dikeroyok, korban juga diduga mendapat pukulan di bagian kepala dari gerombolan tersebut menggunakan botol miras. Hanya saja, saksi tidak melihat dengan jelas lantaran kondisi dalam keadaan ramai pengunjung, serta suara musik dan penerangan yang remang-remang.

“Salah satu saksi melihat ada seorang laki-laki dari kelompok lawan yang memegang satu botol minuman. Namun saksi tidak mengetahui pada saat laki-laki tersebut memukul korban,” ujarnya.

Dari kejadian ini, aparat kepolisian telah mengamankan tujuh pria yang diduga gerombolan pelaku pengeroyokan dan pemukulan terhadap korban. Namun, Abioso belum bersedia membeberkan nama-nama tersebut dengan alasan masih dalam pemeriksaan. “Pelaku sudah kita amankan. Dari berbagai kalangan. Ada mahasiswa, ada, pengangguran. Ada yang diamankan di Semarang, ada yang di Boja (Kendal),” bebernya.

Abioso mengaku sangat menyesalkan adanya kejadian tersebut. Selain itu, peristiwa itu juga tidak langsung dilaporkan ke kepolisian dari pihak pemilik atau manajemen tempat hiburan tersebut.

“Kejadiannya kan Selasa (17/10) dinihari. Dari pihak pemilik ataupun sekuriti tidak ada yang menyampaikan ke polisi saat peristiwa terjadi. Tahunya setelah orangtua korban melapor ke kepolisian,” bebernya.

Pihaknya meminta kepada pemilik tempat hiburan malam untuk ikut peduli melaporkan segala kejadian ke kepolisian. “Saya tidak ingin kasus pembunuhan di sini (Kota Semarang) tidak terungkap pelakunya. Saya juga mengharapkan kejadian ini tidak terulang kembali,” harapnya.
Src:radarsemarang

Baca:

Buka Komentar