Bupati lampung Selatan Mengajak Nahdliyin Menggugat Soal Ucapan Said Aqil
Bupati lampung Selatan Mengajak Nahdliyin Menggugat Soal Ucapan Said Aqil

Bupati lampung Selatan Mengajak Nahdliyin Menggugat Soal Ucapan Said Aqil

Pidato Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan menimbulkan polemik dan jadi perbincangan. Dalam video pidato yang jadi viral di media sosial, Zainudin sempat menyinggung Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj. Pihak PBNU menyebut isi pidato tersebut tidak etis diucapkan seorang pemimpin daerah.
pidato bupati lampung selatan

Pidato kontroversial itu disampaikan Zainudin dalam peringatan Hari Santri Nasional, Minggu (22/10/2017) lalu. Cuplikan pidato terekam dalam video berdurasi 3.07 menit dan tersebar di sejumlah akun media sosial.

Di salah satu isi pidato, Zainudin menyayangkan terjadinya pengkotak-kotakan di antara umat Islam. Selain itu, sikap Said Aqil sebagai pimpinan yang menyinggung tampilan jenggot juga disebut Zainudin tidak pantas.

"Terasa Islam akhir-akhir ini terjadi pengkotak-kotakan. Di sini ada forum, pondok pesantren se-Lampung Selatan. Ini pertanda yang kurang baik. Tidak kompak sesama muslim. Kenapa? Karena pimpinan tertinggi NU di pusat suka ngehantem sana-sini. Ini saya minta NU Lampung Selatan harus berani mendobrak. Saya lihat kiainya Ponpes Bi'rul Huda, Kalianda, pakai sorban dan berjenggot. Saya lihat juga itu di belakang nomor 1 NU mandiri, di belakang pimpinan NU Lampung Selatan. Inilah pendiri NU yang pakai sorban dan jenggot," sebut Zainudin.

"Ini tiap hari dicaci maki sama pimpinan NU pusat, KH Profesor Said Aqil Siroj. Kata beliau, makin panjang jenggot seseorang, makin bodoh karena otaknya tertarik," lanjutnya.

Selain itu, dalam pidato, Zainudin mengajak nahdliyin di Lampung Selatan menggugat soal ucapan Said Aqil.

"Saya walaupun nggak masuk pengurus NU, saya marah dengan Aqil Siroj. Pendiri NU dicaci maki. Buka YouTube, buka medsos. Mestinya Pak Ismail marah, berangkat ke Jakarta. Kalau nggak ada bus, siapkan bus nanti saya ganti," sebutnya.

Menanggapi viralnya video pidato Bupati Lampung Selatan itu, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan tidak patut seorang pemimpin daerah menyampaikan pidato bernada provokatif. Helmy menilai ucapan Zainudin sudah melampaui batas.

"Tidak etis seorang bupati yang hadir di acara Hari Santri berbicara demikian. Seharusnya bicara soal sejarah yang harus diteladani saat ini seperti apa. Malah bicara seperti itu. Kenapa pemilihan diksinya kalimat yang provokatif? Itu sudah melampaui batas," ujar Helmy
source: detik.com

Baca:

Buka Komentar